Kamis, 02 April 2015

Membangun Distro Linux Sendiri



Ternyata kita tak harus bergantung pada distro Linux yang ada. Jika mau sedikit ngoprek, kita bisa lho bikin distro Linux sendiri. Simak caranya di sini.

Slax merupakan salah satu jenis distribusi (distro) Linux yang berbasis Slackware dan juga merupakan salah satu distro dengan kemampuan bootable (dapat dijalankan langsung dari CD atau USB tanpa proses instalasi) dan dapat didowload di www.slax.org. Disitusnya ini Slax dibagi menjadi beberapa jenis distro, antara lain:
1. SLAX Standard Edition, adalah sistim operasi Slax dengan ketersediaan aplikasi yang luas dan dilengkapi dengan sistem Xwindow dan lingkungan desktop KDE.
2. SLAX KillBill Edition, adalah sistim operasi Slax yang mampu menjalankan beragam aplikasi Windows di Linux. Linux ini dilengkapi dengan desktop KDE, Wine, Dosbox dan Qemu.

3. SLAX Server Edition,
 adalah sistem operasi yang banyak menyediakan layanan Internet atau jaringan seperti: DNS, DHCP, HTTP, FTP, MySQL, SMTP, POP3, IMAP , dan SSH.

4. Minimalistic SLAX. 
Versi Slax yang hanya menggunakan memori sistem sebesar 128MB untuk bisa bekerja dengan ukuran file keseluruhan yang cukup mini (sekitar 50MB).

5. SLAX Popcorn Edition,
 adalah sistem operasi Slax yang bisa disimpan dan dijalankan pada flash disk berukuran 128MB. Versi ini cuma berisikan aplikasi XFce Desktop, Mozilla Firefox, beep-XMMS, Gaim, dan AbiWord.
6. SLAX Frodo edition, adalah sistem operasi Slax yang hanya menyediakan perintah baris (Console) tanpa ketersediaan dekstop grafis.

7. SLAX Boot CD, 
adalah sistem operasi Slax yang bisa dijalankan dari USB Flash jika tidak bisa booting secara langsung dari komputer. Dapat juga digunakan boot Slax untuk menjalankan ISO Slax yang berada di harddisk.

Memahami cara kerja Linux Slax.
Ketika komputer boot dari Live CD atau USB Flash, langkah pertama yang dilakukan Slax adalah memuat imagekernel (vmlinuz). Setelah itu membuat 4 MB RAMdisk dalam komputer Anda. Image rootdisk (initrd.gz) kemudian dimuat ke dalamnya dan dikaitkan sebagai sistem file root. Direktori besar (seperti /usr) akan dikaitkan langsung dari CDROM.
Apa yang menjadi kelebihan dari distro ini sehingga dijadikan sebagai pilihan utama dalam menulis artikel ini adalah:
1. Linux Slax dapat dijalankan secara Live (CD dan USB Flash), serta juga dapat diinstall di harddsik atau USB FlashDisk atau baragam media storage lainnya (SDCard, MMC, MiniSD, MemoryStick).
2. Instalasi software yang akan digunakan cukup dengan mengumpulkannya di direktori /gmodule.h, dengan bantuan software yang dijalankan di Windows yaitu MySlax Creator (http://myslax.bonsonno.org/files/MySLAX_Creator.exe) atau biasa disebut dengan tools Remastering. Sehingga tidak perlu lagi melakukan instalasi software saat mengoperasikan Linux Slax, seperti menjalankan perintah /gmake install.h. Tetapi bukan berarti Anda tidak dapat melakukan instalasi aplikasi di Linux Slax, karena Linux Slax dapat melakukan instalasi saat sedang digunakan.

3. Untuk instalasi software atau module hanya bisa dilakukan dengan ekstensi file *.mo. Sedangkan software,aplikasi, dan driver dalam bentuk *.deb, *.tgz, atau *.rpm harus terlebih dahulu dikonversi ke *.mo (lihat: Konversi Ekstensi Aplikasi)

4. Karena sistem operasi Linux dibuat oleh banyak pengembang, maka file-file module Slax yang siap di remasteringtanpa perlu lagi dikonversi dapat Anda ambil di http://www.slax.org/modules.php. Situs ini menyediakan beragam jenis aplikasi dan driver. Anda pun dapat menyumbang modul buatan sendiri dan menguploadnya di situs tadi.

5. Jika Anda ingin segera bermigrasi ke Linux tanpa harus menginstallnya ke harddisk inilah pilihan distribusi Linux yang tepat.

6. Tidak seperti distro Liove CD lainnya yang tidak dapat menyimpan konfigurasi sistem, di disto ini Anda bisa membuat remastering yang dioperasikan pada USBFlash dengan bantuan modul DataSave (www.slax.org/modules.php?category=system&id=1193&name=DataSave+Module).Dalam hal ini ini jika Anda pernah menyunting file seperti file *.conf, konfigurasi wallpaper dan screen saver, shorcut menu, icon dan lain-lain, Anda tidak perlu pusing lagi dengan kegiatan konfigurasi ulang saat booting.

7. Tidak seperti Live CD Linux dari distro lainnya yang hanya bisa dijalankan menggunakan CD-ROM, Linux slax yang dapat booting dari USB Flash memiliki kemampuan loading yang lebih cepat saat menjalankan aplikasinya dibandingkan jika menggunakan CD-ROM.

8. Dengan alokasi raung memori yang cukup besar, Linux Slax bisa bekerja lebih cepat, karena image rootdisk dan direktori-direktori besar lainnya dapat disalin ke memori. (Hal ini dapat dilakukan saat pertama kali melakukan remastering)

9. Dengan Linux Slax orang awam ,bahkan petugas sweeping (yang tidak terlatih), dapat terkecoh karena tidak mengenali lagi yang mana distro Linux dan mana Windows XP. Ini berkat kemampuan Linux Slax yang dapat mengubah tampilan antarmukanya menjadi mirip Windows XP (bahkan lebih indah). Gambar di bawah adalah hasil perubahan tampilan Slaxdengan dengan penambahan aplikasi Superkaramba Liquid Weather++ dan KXDocker Taskbar ala MacOS.

Salah satu distro yang pernah dibangun penulis adalah wireless hacking. Dan disesuaikan dengan peralatan yang penulis miliki terkait driver atau modul library lain. Anda pun dapat membangun secara khusus distro sesuai keinginan dengan melakukan remastering file ISO Linux Slax yang berukuran 192MB. Ini bisa digunakan untuk beragam kebutuhan, seperti: Web design, mail server, tools networking, dan lain-lain.

Salah satu distro berbasis linux slax yang cukup terkenal dkarena dirancang khusus untuk keamanan jaringan dan memiliki aplikasi hacking dan monitoring adalah Backtrack.

Buat Anda yang alergi terhadap Linux hingga berefek menggaruk kepala, telinga, leher atau kening karena diwajibkannya penggunaan linux di tempat Anda. Maka hal ini dapat diatasi dengan menggunakan Linux Slax. Sedikit demi sedikit penyakit alergi tadi akan hilang dengan sendirinya dan Slak pun bakal menjadi selingkuhan Anda yang baru. Kedepannya Linux Slax dapat Anda jadikan sistem operasi pilihan utama, sementara sistem operasi Windows, ceraikan saja!


Kebutuhan Sistem Minimal Linux Slax
Slax mengharuskan Anda memiliki setidaknya 32 MB memori untuk bisa beroperasi dengan baik. Lebih lengkapnya sistem minimal haruslah memiliki:

PC Kemampuan boot :
- CD-ROM
- USB FlashDisk
- mass storage device lainnya
Memori :
- 36 MB untuk boot Slax.
- 96 MB untuk menjalankan Xwindow dengan FluxBox
- 144 MB untuk menjalankan Xwindow dengan KDE
- 328 MB memungkinkan untuk dicopy ke RAM
Prosesor :
Sistem berbasis i486 atau lebih (Pentium atau AMD)
Komponen lain :
- Keyboard
- PS/2 or USB mouse
Harddisk :
Tidak membutuhkan harddisk


Persiapan dan Langkah Remastering

Sebelum membuat remastering Linux Slax terlebih dahulu tentukan apakah remastering Anda akan langsung direkam ke CD, disimpan ke USB Flash, atau akan dibuat file ISO-nya.

Berikut langkah-langkah Re-mastering :

  1. Install MySlax Creator pada sistem operasi Windows. Aplikasi ini bisa Anda dapatkan dihttp://myslax.bonsonno.org/files/MySLAX_Creator.exe. Lalu jalankan aplikasi MySlax Creator. Selanjutnya tekan tombol Next.

  1. Pilih opsi ISO Defaultâ dan tentukan nama file ISO yang sudah Anda download di “http://www.slax.org/download.php. Kemudian tekan tombol Next.

  1. Tentukan modul pada kolom Available Module atau masukkan modul atau aplikasi yang sudah Anda download diwww.slax.org/modules.php. Sebelum memasukkan modul pada kolom Add di direktori modul, pastikan agar jangan sampai ada modul yang sama dalam File ISO standar Linux Slax. Untuk mengetahui modul yang sudah ada pada file ISO standar dapat dilihat di www.slax.org/installed_packages.txt.

  1. Pilih modul dalam CD atau file ISO yang tidak ingin Anda gunakan. Hal ini penting untuk melakukan penyuntingan sejumlah modul atau dapat juga mengurangi jumlah modul standar di file ISO. Melakukan ini juga bisa memengaruhi kecepatan loading sistem operasi yang Anda buat. Karena sistem operasi hanya berisikan sejumlah aplikasi yang Anda butuhkan. Jika sudah, tekan tombol Next.

  1. Langkah selanjutnya menentukan pilihan booting Slax. Beberapa pilihan yang tersedia terbagi atas:
  1. Start Xorg = Mengkonfigurasi antarmuka GUI
  2. Hardware = Menentukan hardware yang tidak digunakan
  3. Root Password = Menanyakan password root
  4. Web Config = Menanyakan p[assword Web Config
  5. CD Copy2Ram = Ini sangat penting jika Anda memiliki ruang memori yang cukup untuk menjalankan aplikasi dengan akselerasi yang cepat.
  6. Boot Options = Jika Anda akan melakukan booting dari pilihan yang ada.
  7. Custom KDE/XFCE Wallpaper = Jika Anda ingin mengganti background wallpaper default dari distro yang dibuat.
  8. MyRoot Copy Folder = Jika Anda ingin memasukkan file-file yang dibutuhkan kedalam CD-ROM, USBFlash, atau ISO.
6. Dalam tahap ini, jika Anda cuma ingin membuat file ISO, proses remastering Linux Slax cukup sampai disini. Tetapi jika distro yang sudah dibuat ingin direkam ke CD, lanjutkan ke tahap berikutnya dengan menekan tombol Next.
Perhatikan: Jika ternyata ditemukan modul yang sama, Slax tidak melanjutkan proses remastering berikutnya dan akan tampil informasi seperti gambar dibawah. Solusinya, coba periksa file CreateISO.log untuk mengetahui kemungkinan adanya modul yang sama. File CreateISO.log terdapat pada folder C:-MySLAXTemp.
7. Sekarang saatnya merekam file ISO remastering yang sudah dibuat.
Tip: Jika Anda menginginkan file remastering dapat dijalankan di USB flash, tekan tombol Create USB Stick di tahap 7. Perhatikan bahwa sistem akan memformat ulang USB Flash Anda.



Konversi Ekstensi Aplikasi

Proses mengkonversi aplikasi dengan ekstensi . cukup mudah, karena sudah tersedia tools MySlax Modulator yang merupakan salah satu tools dari aplikasi MySlax Creator.

Sedangkan jika ingin mengubah ekstensi aplikasi yang dijalankan dari distro Debian ke modul Slax, proses konversinya harus dilakukan langsung di atas linux slax itu sendiri. Jika enggan untuk mereboot PC Anda, cukup gunakan aplikasi mesin virtual seperti VMWare atau Virtual Box. Cara konversinya pun cukup mudah. Hanya dengan menggunakan konsol Linux dengan perintah seperti yang ditunjukkan gambar di bawah.

Atau dapat juga dilakukan dengan perintah:

root@slax~#tgz2mo [file.tgz] [simpan.mo]

Sedangkan untuk mengkonversi aplikasi dari Linux Redhat dengan ekstensi file rpm ke mo agar dapat digunakan pada proses remastering. Gunakan modul rpm2mo yang bisa didownload di http://www.slax.org/modules.php?action=download&id=647. Setelah berhasil di download, cobalah menjalankan perintah berikut pada konsol.

root@slax~#rpm2mo [file.rpm] [simpan.mo].

Mulai Mengoperasikan Linux Slax

Untuk memulai Slax boot PC dari media remastering Anda seperti CD-ROM, USBFlash atau media simpan lain. Saat proses, Slax akan meminta user dan password login (default user = root , Default Password = toor ).

Setelah login, Anda dapat menggunakan pilihan perintah berikut untuk melakukan konfigurasi.

MC, untuk melakukan perintah Edit, Copy, Move, Create, dan Delete file.
Startx ,untuk menjalankan antarmuka grafis Xwindow dengan resolusi layer 1024×768 dan refresh rate 75Hz.
Xconf , perintah untuk mengkonfigurasi grafik dengan mencari resolusi terbaik dari monitor.

Tip dan Trik Untuk Anda

1. Jika Anda sulit mendapatkan aplikasi tgz atau .deb maka cobalah mamakai aplikasi rpm karena lebih mudah ditemukan. Salah satu situs yang menyediakan aplikasi berformat rpm adalah http://rpm.pbone.net. Situs ini juga dilengkapi dengan fasilitas search engine untuk memudahkan Anda mencari aplikasi rpm yang diinginkan. Situs lain yang juga menyediakan aplikasi berbasis Slackware adalah http://packages.slackware.it.

2. Jika ingin menampilkan Linux Slax dengan displai yang lebih memukau agar mampu mengalahkan styleWindowsXP, cobalah mendownload file SuperKaramba LiquidWeather++ for Linux Slax dihttp://www.slax.org/modules.php?action=download&id=1331

3. Jika anda menginginkan tampilan Taskbar ala MacOS, Anda dapat menggunakan aplikasi atau modul KXdocker yang dapat didownload di http://www.slax.org/modules.php?action=download&id=948

4. Jika mengingingkan agar slax berjalan lebih cepat saat mengakses aplikasi  aplikasinya, hal ini bisa dilakukan saat proses remastering dengan menentukan opsi copy2ram pada menu Modify Boot Options. Dengan syarat ruang memori di RAM harus lebih besar dari hasil remastering file ISO. Besaran RAM yang terpakai harus 40% lebih besar dari besaran file ISO yang akan disalin ke RAM.

5. Jika Anda ingin menjadikan Linux Slax pilihan utama dalam penggunaan PC sehari-hari sehingga dibutuhkan penginstallan Linux Slax ke harddsik. Cobalah menggunakan modul atau aplikasi Slax Installer (from c-lite) yang dapat Anda download di http://www.slax.org/modules.php?action=download&id=1027.

6. Cukup repot saat menjalankan Linux Slax dalam konsol login (bukan cuma Linux Slax, karena beberapa distro L:inux lainnya seperti ini juga) karena setiap akan memasuki displai KDE terlebih dahulu harus mengetik perintah start terlebih dahulu. Hal ini dapat Anda atasi dengan menggunakan modul KDE GUI Login yang dapat di download http://www.slax.org/modules.php?action=download&id=2393. Jika menginkan tanpa menggunakan perintah baris Xconf, Anda dapat menggunakan modul Autoconf yang dapat didownload dihttp://www.slax.org/modules.php?action=download&id=1819. Hal ini bertujuan untuk meniru loading Windows XP.

7. Jika Anda memiliki ruang memori yang terbatas dan membutuhkan file swap untuk menyimpan file-file temporary, Anda bisa menyimpannya di harddisk atau USB flash. Untuk membuat file swap harus dilakukan pada konsol dengan perintah baris.

8. Anda juga bisa membuat tampilan Slax menjadi mirip Windows XP dengan memasang aplikasi KDE-XP dan menjalankan software untuk Windows.

Dari beberapa distro yang penulis gunakan, terus terang belum ada yang semudah Linux slax ini, mulai dari prosesremastering-nya, fleksibilitas penyimpanan di USB Flash, ISO atau Live CD, sampai kemudahan mendapatkan aplikasi. (LSF)

WINDOWS LIVE CD DARI USB

MENJALANKAN WINDOWS LIVE CD DARI USB FLASHDISK


Membuat windows xp live cd agar bisa dijalankan dari flashdisk caranya hampir sama dengan Membuat Windows XP USB Flashdisk. Program yang digunakan pun masih sama yaitu dengan menggunakan Software Flashboot tapi yang versi 1.3. Mengapa digunakan software Flashboot versi 1.3? Pada versi ini tidak membutuhkan update SP2 karena kebanyakan windows live dibuat dengan program Pe builder yang tidak memasukkan update SP2 dan seterusnya. Berbeda jika yang akan dibuat windows xp yang harus diinstall dari flashdisk biasanya digunakan Flashboot versi 2 ke atas.
Ya sudah kita mulai saja cara membuat Windows Live CD Dari kedalam Flashdisk. Pertama kali download software Flashboot 1.3 lalu install kedalam komputer. Selanjutnya:
  1. Format flashdisk dengan software HPUSBDisk.exe download disini. Perhatian !! proses format flashdisk akan menghapus data-data didalamnya, silahkan backup data penting anda didalam flashdisk.
  2. Jalankan program Flashboot dari menu Start -> Program -> FlashBoot -> FlashBoot lalu klik Next.
  3. Selanjutnya pilih menu paling atas “Convert BartPE bootable disk to bootable flashdisk” lalu klik Next.
  4. Pilih sumber file windows xp live yang akan digunakan. Apakah dari file Iso atau dari cd didalam cdroom drive? klik Next lagi.flashboot 1.3
  5. Kemudian pilih drive tempat flashdisk dicolokkan, klik Next lagi.Pilih drive usb
  6. Pilih Format “Partitioned disk(USB-HDD boot mode)” klik Next lagi.
  7. Setelah keluar Summary information klik tombol Finish untuk memulai proses membuat windows xp live didalam flashdisk.
  8. Tunggu sampai proses selesai.finish
  9. Setelah selesai membuat windows xp live didalam flashdisk selanjutnya silahkan dicoba dengan cara atur booting komputer dari usb/flashdisk. Ada beberapa bios yang yang menyediakan tombol tertentu untuk langsung setting booting prioritas tanpa perlu masuk menu bios(biasanya tekan tombol F9 di keyboard pada waktu komputer baru dihidupkan.
  10. Tunggulah windows xp dari flashdisk booting memerlukan waktu antara 5-10 menit tergantung versi win xp dan spesifikasi komputer yang dipakai.
Sampai disini berarti anda sudah berhasil membuat win xp live tanpa perlu dibooting dari cd drive, cukup dari flashdisk anda bisa menjalankan komputer walaupun pc belum diinstall OS. Atau gunakan program Mobalive CD untuk menguji windows didalam flashdisk.

Menjalankan VBox Lewat Terminal

[CLI] Mesin Virtualbox dijalankan dari terminal

Bermain dengan mesin virtual memang menyenangkan, dan selama ini saya menggunak virtualbox-ose untuk mesin vrtual saya. Virtualbox sendiri biasa saya jalankan dalam mode gui yaitu dari menu BlankOn > Aksesoris > Virtualbox.
Namun karena suatu kebutuhan harus ngoprek kerjaan BIT maka saya tadi terpaksa harus menjalankan mesin virtual di BlankOn Sajadahlewat terminal, cukup dengan perintah
vboxmanage startvm "[namamesin]"
namun perintah diatas hanya berjalan di terminal pada lingkungan X.  Menjadi tidak berfungsi jika terminal yg kita gunakan adalah hasil remote server (server yg ada mesin virtualnya kita akses secara remote).  Ternyata ada opsi –type headless
vboxmanage startvm "[namamesin]" --type headless
kemudian jika ingin mematikan gunakan perintah :
vboxmanage controlvm "[namamesin]" poweroff
contoh nama mesinnya adalah “cumicop”
vboxmanage startvm cumicop --type headless

Melihat Jlh pengunjung Blog

Cara Melihat Jumlah Backlink Blog

Review Backlink

Jumlah backlink itu penting dalam seo. bahkan ada yang mengatakan bahwa seo itu ya backlink. tidak ada backlink tidak ada seo.backlink itu ibaratnya orang yang mengenal kita, semakin banyak backlink kita, maka semakin banyak orang yang mengenal kita, dan semakin banyak orang yang mengunjungi kita.


Dalam backlink, yang paling penting adalah backlink doFollow dan non sidewide. Karena, kalau no follow hanya akan membuang buang waktu kita saja, sedangkan yang sidewide(backlink yang dipasang pada sidebar dan footer) akan sulit untuk mendapatkannya, soalnya butuh izin dari admin untuk itu.

Melihat jumlah backlink

ada banyak situs yang dapat kita manfaatkan untuk melihat backlink, namun yang biasa saya gunakan adalah situs ahrefs.com, soalnya reviewnya sangat komplit dan kita juga bisa mengintip 500 backlink orang dari situs tersebut :). untuk dapat menggunakan fasilitas di ahref, kita harus mendaftar terlebih dahulu gratis.

Mendaftar

1. kunjungi situs ahrefs.com
2. isilah formulir yang ada, kemudian klik next
3. ahrefs akan mengirim email verifikasi ke email anda,
4. buka email anda, kemudian klik link verifikasi
5. sekarang anda sudah mendapatkan akun di ahrefs

Melihat Jumlah Backlink

1. kunjungi beranda ahrefs.com
2. masukkan URL "kita-aceh.blogspot.com" kemudian klik Try it for free
melihat jumlah backlink
3. Kemudian, kita akan dibawa ke halaman yang berisi tentang review dari backlink kita
Review Backlink

 Sekian, semoga bermanfaat

Rabu, 01 April 2015

Download lebih cepat dg LimeWire

Download lebih cepat dengan LimeWire 5.2.13

Lama juga ya aku gak posting..hehehe soalnya lagi sakit. Nah, yang akan saya bahas disini adalah LimeWare. Software ini akan membantu kita untuk mencari file tanpa membuka situs penyedia file tersebut. Jadi setelah kita mencari file tersebut kita bisa langsung mendownloadnya. Sebenarnya info tentang software ini saya dapatkan dari teman Mig33 saya yaitu Kekkaishi_21. Oke..sedikit ulasan tentang software ini.

Limewire adalah software P2P atau program untuk saling berbagi file melalui media internet.
Keunggulan Limewire adalah kemampuan program untuk berjalan pada Service Provider yang melakukan blocking program.

Selain memiliki informasi kecepatan tranfer dari computer lain, Limewire mengunakan sharing file dengan cara membagi. Misalnya pemakai sedang mendownload program, maka program akan menghubungkan file yang sama didalam jaringan internet. Cara ini akan mempercepat mendownload dan si pembagi file tidak akan terbeban karena banyak user mendownload file.

Pada program Limewire akan tampak berbeda dengan berapa banyak host atau computer yang membagi share sebuah file. Dengan memiliki multiple link dari Location-Multiple maka kecepatan download Limewire akan sangat cepat dan secara konstan pada kecepatan penuh untuk mendownload. Hal ini membedakan kemampuan software P2P yang lainnya dengan Limewire. Jadi anda tidak perlu takut atau dapat berbaik hati untuk memberikan kesempatan pemakai Limewire lainnya untuk mendownload file anda. Karena computer anda tidak akan terbeban oleh download rekan lainnya plus anda akan tahu apakah file yang anda download memang cukup populer karena rekan lain juga memiliki file tersebut.

Sedikit tips..

Banyak yang mengira bahwa download lewat LimeWare sangat rentan terhadap virus. Apakah itu benar???Tentu saja.
Oleh karena itu, untuk mengatasinya gunakanlah akal sehat dan selalu berhati-hati dalam menggunakan LimeWire. Selalu update AntiVirus, AntiSpyware, Firewall anda. Jangan pernah iseng mengambil file yang aneh-aneh yang nggak jelas.

Tertarik dengan software ini??? silahkan download.


Jika ingin membeli versi pro, anda bisa membelinya di sini.
Atau ingin memakai versi yang lain. Bisa download di sini..


Nah..bagi pencita gratisan, ada versi LimeWire pro yang gratis, yaitu FrostWire merupakan LimeWire Pro versi open source . Software ini sangat mirip dengan LimeWire pro, karena dibuat oleh programer-programer LimeWire sendiri yang mempunyai semangat open source. Untuk mendownloadnya silahkan klik..heheh
Oke..Semoga post ini memabantu untuk mencari dan mendownload file...Thankzz


Nah kan dah selesai bacanya!!!Jangan Ketinggalan tips dan trick ini ya!!!

Visual Basic di Linux

Menjalankan Visual Basic di Linux ? Gampaaang...


Sudah bukan rahasia kalau programmer Visual Basic di Indonesia cukup banyak. Sejak kehadiran .NET, Banyak dari mereka yang migrasi ke .NET namun tidak sedikit yang tetap menjalankan versi dibawahnya (6.0).
Linux mengadopsi mereka-mereka yang ingin bermigrasi ke Linux namun tetap membawa Visual Basicnya. Ada project Gambas (Gambas almost mean Basic) untuk yang veteran VB 6 dan project Mono yang disupport oleh Novel untuk yang ingin menjalankan .NET framework di Linux.
Ada satu celah lagi yang mungkin sedikit terlewat, yaitu menjalankan Visual Basic native (asli) di Linux, bagaimana caranya ?
Hal ini bukan tidak mungkin, karena banyak perusahaan yang ingin migrasi ke Linux namun sebagian besar aplikasinya dibuat dengan Visual Basic. Bagaimana solusinya ?
Gabungan Xandros Business dengan CrossOver Office adalah jawabannya. Sebenarnya dengan CrossOver Office-pun sudah cukup, karena jika kita sudah melakukan setting samba dengan benar, database SQL Server-pun bisa diakses via ODBC native di Linux.
Saya sudah mencoba CrossOver Office versi 5 dalam bentuk .sh yang mudah diinstall dalam berbagai distro dan mulanya saya coba pada distro SUSE 9.3 / SUSE 10.
Crossover Office ini cukup powerful untuk mengakses database sekelas Microsoft Access.
Kebetulan ada teman yang membawakan saya CD Linux Xandros versi Business, dimana didalamnya sudah ada pilihan setting samba dengan authentication domain Windows Server (versi standard / Open Circulation di non aktif). Saya install Xandros Business, integrasi dengan domain Windows Server dimana sudah ada Microsoft SQL Server 2000 disana dan kemudian install CrossOver Office 5.
Setelah itu saya melakukan instalasi MDAC sekaligus melakukan updating file-file yang dibutuhkan. Cara paling mudah untuk mengupdatenya adalah instalasi Microsoft Office XP via CrossOver yang akan secara otomatis melakukan update file yang dibuthkan saat menjalankan program VB. Dengan demikian, saya sudah mendapatkan Office XP dan Program yang didevelop dengan Visual Basic berjalan pada Linux.
Melalui ODBC native bawaan Windows, SQL Server 2000 di Server Windows bisa juga diakses, sehingga program yang dibuat dengan VB langsung 'running well'.
Yang menjanjikan, Crystal Report-pun bisa dijalankan via Linux-CrossOver. So, apalagi yang ditunggu jika ingin mencoba menjalankan aplikasi Visual Basic 6 native di linux ?
Note :
- Xandros Business, CrossOver Office dan SUSE adalah distro komersial.
- CrossOver bisa diganti dengan Wine dengan sedikit usaha konfigurasi, sedangkan untuk distro, bisa diganti dengan distro lain bisa diganti sesuai selera.
- Jika ingin melakukan instalasi Microsoft Office XP maupun aplikasi propietary lainnya, jangan lupa lisensinya...
- Lakukan ujicoba dengan resiko anda, jangan lupa melakukan backup database dan melakukan ujicoba pada lingkup kecil. Kehilangan data karena melakukan ujicoba tanpa berjaga-jaga menjadi 'your own risk'.
Berikut adalah 2 buah screenshot Visual Basic yang dijalankan di Linux SUSE menggunakan CrossOver Office / Wine.

Screenshot 1

* Berisi tentang tampilan menu Visual Studio 6.0

Screenshot 2

* Berisi tentang layar IDE (Integrated Development Environment) VB 6.0, Latar belakang adalah aplikasi QT Designer dan Real Player 10.

Program C# di linux

Coding C# di GNU/Linux

C# adalah Object Oriented Programming (OOP) atau pemrograman berorientasi objek yang dibuat oleh Microsoft pada tahun 2000. C# dapat digunakan untuk membuat aplikasi pada platform .Net Framework seperti halnya bahasa pemrograman lain semisal Visual Basic, C++ dan ASP.NET. Sintaks program dari C# tidak jauh dari C/C++ dan Java, sehingga akan lebih mudah jika telah menguasai salahsatunya. Pada Windows telah tersediadevelopment tools seperti editor, compiler dan platform .Net Framework yang telah di bundle dalam Microsoft Visual Studio. Sehingga Anda tinggal menggunakannya untuk membuat aplikasi menggunakan C#.
Belajar C# di LInux

Bagaimana jika Anda ingin belajar C# di GNU/Linux? Apakah terlebih dahulu harus menginstall Windows? Atau menggunakan Visual Studio dengan bantuan Wine? Anda jangan khawatir karena di Linux, Anda juga dapat membuat aplikasi menggunakan C#. Pada Linux tersedia platform Mono Frameworkyang dikembangkan oleh Novell. Hebatnya lagi, Mono Framework dapat berjalan diatas berbagai sistem operasi seperti Mac OS dan Windows.

Berikut langkah-langkah untuk membuat aplikasi menggunakan C# di GNU/Linux.

Install Mono Framework 
    • Ubuntu /Linux Mint/ Debian
      sudo apt-get install mono-complete
      sudo apt-get install mono-devel
    • Fedora/ RHEL/ CentOS
      sudo yum install mono-devel 
    • Untuk memastikan platform mono dan compilernya sudah terinstall gunakan perintah berikut:
    mono –version
    gmcs –version
    dmcs --version
    Catatan : compiler pada mono Framework memiliki nama yang berbeda sesuai dengan versi C#. Gunakan gmcs untuk C# 3.0 (.Net Framework 3.0/3.5) dan dmcs untuk C# 4.0 (.Net Framework 4.0).
     
    Membuat Program Sederhana
    • Buat sebuah file *.cs menggunakan teks editor kesayangan Andaseperti gedit, geany, vi, dll (Disini saya menggunakan nano)
      nano HelloWorld.cs
    • Masukkan sintaks dibawah pada HelloWorld.cs
      using System;
      class HelloWorld
      {
              public static void Main(string [] args)
              {
                      Console.WriteLine("Hello World!");
              }
      }
    Belajar C# di LInux 

    • Compile file tersebut kemudian jalankan menggunakan perintah berikut
      dmcs HelloWorld.cs
      ./HelloWorld.exe  (Anda juga bisa gunakan wine HelloWorld.exe atau mono HelloWorld.exe)
    Belajar C# di LInux

    Selamat Anda telah berhasil membuat aplikasi sederhana menggunakan C# pada GNU/Linux.

    Selain itu, tersedia pula IDE (Integrated Development Environment) yang dapat digunakan untuk membuat aplikasi menggunakan C# pada GNU/Linux yaituMono Develop. Penggunaan IDE akan menjadikan pembuatan aplikasi menjadi lebih cepat karena tool-tool development-nya sudah di bundle dalam satu aplikasi. Berikut cara menginstall Mono Develop pada GNU/Linux.

    Install Mono Develop
    • Ubuntu /Linux Mint/ Debian
      sudo apt-get install monodevelop monodevelop-debugger-gdb monodevelop-database
    • Fedora/ RHEL/ CentOS
      sudo yum install monodevelop monodevelop-debugger-gdb monodevelop-database 
    Anda juga bisa men-download langsung Mono Develop disini. Sekarang Mono Develop telah terinstall pada sistem Anda dan siap digunakan untuk membuat aplikasi.

    Belajar C# di LInux

    Selamat mencoba dan semoga bermanfaat. Amin.